Kabupaten Pekalongan, tidak hanya kaya akan hasil produksi batik. Daerah ini ternyata juga menyimpan kekayaan hasil tenun akar wangi dengan alat tenun bukan mesin (ATBM). Bahkan, semerbak akar wangi industri tenun dari Kabupaten Pekalongan, saat ini telah sampai ke daratan Timur Tengah. saat ini tenun ATBM dijadikan sebagai komoditas inti di Kabupaten Pekalongan, dengan produk intinya akar wangi. Industri tersebut dijadikan industri inti, karena jarang atau bahkan tidak ditemukan sentra industri serupa di daerah lain. Industri ATBM akar wangi di Desa Pakumbulan, Kecamatan Buaran, juga masuk dalam program one village one product (OVOP). Selain untuk kain, tenun ATBM juga dijadikan produk sajadah, aneka suvenir, dan kerajinan. Bahkan industri tersebut telah mendapat pengakuan nasional, dengan diraihnya sejumlah prestasi. industri tenun ATBM berperan penting dalam perekonomian masyarakat di desa Pakumbulan. Sekitar 90 persen warga Pakumbulan bergantung pada sektor usaha tersebut, sebagai pemilik usaha maupun tenaga kerja. Bahkan hampir setiap keluarga di Pakumbulan memiliki ATBM di rumahnya. Pakumbulan juga merupakan satu-satunya daerah yang memproduksi tenun ATBM dari bahan eceng gondok dan akar wangi. ATBM sudah ada di Desa Pakumbulan sejak puluhan tahun silam. Namun karena tergusur alat tenun mesin, sekitar tahun 1977, industri rakyat tersebut macet. Pada 1990, sebagian warga mulai menenun kembali, dengan bahan baku utama mendong dan eceng gondok. Produk akar wangi berupa sajadah, diekspor ke negara-negara Timur Tengah, sedangkan tenun eceng gondok diekspor ke Hongkong, Taiwan, dan Jepang. Dalam sebulan, rata-rata ia membutuhkan 15 ton akar wangi.
Desa Pakumbulan
merupakan salah
satu wilayah dari 7 desa dan 3 kelurahan yang ada
di Kecamatan Buaran Kabupaten
Pekalongan , terletak
pada dataran rendah Pulau Jawa diantara 109 0 - 110 0 BT dan 6 0 –
7 0 LS.
Luas Wilayah Desa Pakumbulan Kecamatan
Buaran 1,994 Km 2 , terdiri
dari 10 RW dan 27 RT, dengan
batas wilayah sebagai berikut :
- Sebelah
Utara
: Simbang Wetan
- Sebelah
Timur : Watusalam
- Sebelah
Selatan : Salak Brojo dan
Ambokembang
- Sebelah
Barat
: Bligo
Jarak Desa Pakumbulan dengan
Ibu Kota Kecamatan Buaran
Kabupaten Pekalongan
adalah 2 Km. Letak Posisi Kecamatan Dataran Rendah Tinggi dari
permukaan laut 8 m dpl. Dengan tingkat /
intensitas curah hujan sedang
Jumlah
Penduduk Desa Buaran Kecamatan
Buaran Kabupaten Pekalongan
sampai dengan data akhir bulan juni tahun
2013 sebanyak 4.412 Jiwa terdiri dari:
- Laki-laki : 2.238
jiwa.
- Perempuan : 2.174
jiwa.
Masyarakat Kecamatan
Buaran merupakan masyarakat
dengan mayoritas penduduk
bermata pencaharian pada
industri pengolahan,
terutama ATBM dan pertanian
Jenis Pekerjaan
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
||
Petani
|
170
|
orang
|
8
|
orang
|
Buruh tani
|
200
|
orang
|
95
|
orang
|
Buruh migran perempuan
|
0
|
orang
|
235
|
orang
|
Buruh migran laki-laki
|
3
|
orang
|
0
|
orang
|
Pegawai Negeri Sipil
|
5
|
orang
|
1
|
orang
|
Pedagang keliling
|
20
|
orang
|
6
|
orang
|
Peternak
|
38
|
orang
|
0
|
orang
|
Nelayan
|
22
|
orang
|
0
|
orang
|
Montir
|
4
|
orang
|
3
|
orang
|
Bidan swasta
|
0
|
orang
|
1
|
orang
|
Perawat swasta
|
1
|
orang
|
1
|
orang
|
Pembantu rumah tangga
|
0
|
orang
|
50
|
orang
|
Pensiunan PNS/TNI/POLRI
|
1
|
orang
|
0
|
orang
|
Pengusaha kecil dan menengah
|
90
|
orang
|
8
|
orang
|
Dukun Kampung Terlatih
|
0
|
orang
|
2
|
orang
|
Karyawan perusahaan swasta
|
834
|
orang
|
790
|
orang
|
850
|
974
|






