DESA WONOYOSO
Wono Artinya Hutan/AlasYoso artinya Kekayaan / Koyo
Menurut sejarah, sebagian cerita dari orang tua, para ulama /Kyai, Wonoyoso kurang diketahui jelas tentang sejarah adanya Desa Wonoyoso hingga diberi nama Wonoyoso , yang memiliki makna atau arti Wono adalah Alas/hutan, Yoso berarti Kekayaaan/koyo/nduwe. Konon diperkirakan berkaitan dengann berdirinya Pekalongan yaitu pada zaman Wali Cempo (Kemungkinan adalah Kiyai Cempaluk Kesesi) yang kemudian diteruskan oleh Para wali yang konon juga masih keturunan kerajaan Kraton Solo seperti Kyai Badgur, Kyai mayung, Kyai hasan Kamil, Kyai Kramat, Kyai Nur Salim, Kyai Kedib (lurah pada zaman Belanda VOC), dan Kyai Andurrohman, hingga pada saat sekarangpun tidak ada yang tau persis tentang berdirinya desa Wonoyoso.
DESA PAWEDEN
Paweden
berasal dari kata PA – WEDEN yang artinya PA berarti Papan WEDEN dari bahasa
jawa berarti Wedi atau Pasir
Desa
Paweden dulu menurut cerita KIDARMO WONGSO adalah seorang tetunggulnya desa
Paweden, bahwa desa Paweden berasal dari kata PA- WEDEN, yang artinya adalah PA
berarti Papan atau tempat, sedangkan WEDEN atau WEDI Menurut
bahasa Jawa berarti pasir , jadi Desa Paweden berarti Desa atau Tempat dimana
tempat atau Tanah tersebut jika digali ada pasirnya.
DESA WATUSALAM
Berasal
dari Kata Watu yang berarti Batu dan Salam Berarti Selamat
Asal
muasal Desa Watusalam adalah dari 2 Padukuhan yaitu Dukuh Watujoyo yang
terletak di Utara dann Dukuh Wonosalam yang terletak di Selatan. Watusalam diambil dari kata Watu yang diambil dari kata
Watujoyo dan Salam dari Kata Wonosalam digabung jadi Watusalam yang artinya
yaitu WATU berarti Batu walaupun keras tetapi banyak manfaatnya Sedangkan
SALAM artinya selamat yang arti keseluruhannya Watusalam yaitu Supaya
Masyarakat Watusalam dapat berguna, Bermanfaat sesama dan selamat dunia
akhirat.
DESA COPRAYAN
Berasal
dari nama Ki Ageng Coproyo
Pada
Zaman dahulu kala ada seorang yang Babat
di Desa tersebut yaitu Ki Ageng Coproyo
yang Truko dan Babat hutan sehingga luasnya
kurang lebih 1 desa kemudian memberikan Wasiat kepada warga pengikut
yang akhirnya Desa wilayah tersebut
dinamai Desa Coprayan
DESA PAKUMBULAN
Pakumbulan berarti Tempat
untuk Perkumpulan, berasal dari kata kembul yang berarti kumpul
Desa
Pakumbulan konon menurut sejarah/cerita dulunya adalah tempat untuk perkumpulan
para Auliya’-Auliya’ atau para Waliyulloh
KELURAHAN BLIGO
Bligo
asal kata BALIHO = Kembali
Kelurahan
Bligo yang semula Desa Bligo, bermula dari sebuah cerita seorang yang bernama
PUTRO DRUWOLO (orang Bligo dari Mataram tahun 1905) ditantang seorang bernama
Gento Coproyo (dari Coprayan=red) yang akhirnya perkelahian adu kekuatan. Gento Coproyo kalah dan ngeprok (NGEBRAK) di
perempatan jalan (Jalan Raya Ngebrak = Red) Sehingga Wilayah itu dikenal Sebutan
NGEBRAK dan DRUWOLO.
Kesaktian
Putro Druwolo mengundang perhatian orang dan banyak yang mau mencoba adu
kesaktian dan berbuat jahat di wilayah Druwolo, tetapi tidak ada yang berhasil /
terkalahkan, dan orang-orang tersebut
disuruh kembali (bhs Jawa BALIHO). Pada saat kekuasaan Lurah WAHMAN (1920M/jaman Londo)
istilah Balio menjadi nama desa ini BALIGO dan akhirnya diubah lagi menjadi
BLIGO.
DESA KERTIJAYAN
KERTI berarti Tempat/Desa Jaya yang berarti JAYA
Desa
Kertijayan berasal dari nama seorang Wali yang menyebarkan Agama Islam dan
meninggal serta dimakamkan di Desa kami. Nama
Wali tersebut dalah “KERTOJOYO” atas jasa-jasa wali tersebut diabadikan dan
dijadikan nama Desa yaitu KERTIJAYAN
DESA SIMBANGWETAN & KELURAHAN SIMBANGKULON
Berasal
dari Kata WESI kemambang/ Kapal
Simbang
Wetan dan Simbang Kulon dahulunya adalah laut yang dilalui Kapal orang pada
jaman dahulu menyebutnya WESI KEMAMBANG, yang lama kelamaan menjadi daratan
yang brtambah ke utara, jadi lautnya berganti/
bertambah ke Utara
Manthab nih.... jadi tahu sejarah asal muasal nama desa. Salam kenal dari http://www.pemdeskedungjaran.blogspot.com
BalasHapustop markotop . . .
BalasHapusDi tambahi lagi boleh gak ?
sangat bermanfaat gan. makasih
BalasHapusterimakasih....
BalasHapus